Posted by: nirzanova on: May 3, 2008
Istriku sayang..istriku malang. Mungkin hanya kata itu yang tepat untuk ngungkapin akibat dari Poligami. Ngomongin poligami sekarang ini memang bukan lagi hangat-hangatnya.Tetapi saya hanya ingin menuliskan apa yang ingin saya sampaikan.Biar ga hilang ta berbekas istilahnya
Secara singkat poligami merupakan praktik pernikahan kepada lebih dari satu istri pada suatu saat.
Poligami dalam masyarakat lebih sering ditemukan,sedangkan poliandri sangat jarang dan hampir tidak ada. Mengapa suami harus berpoligami? Kadang banyak alasan yang terucap dari kaum lelaki, untuk menutupi kesalahannya. Sampai-sampai agamapun harus dibawa-bawa.
Pihak yang merasa dirugikan dari poligami ini adalah kaum wanita. Dimana seorang wanita yang telah menjadi istri dalam keluarganya harus berbagi suami dengan wanita lain. Apakah ada keadilan? Apakah ada rasa ikhlas untuk berbagi? Dimana janji sewaktu pacaran”sehidup semati, cintaku hanya untukmu,aku ga bisa hidup tanpa kamu “? Apa itu hanya omong kosong yang berlaku hanya sewaktu pacaran?
Sebagai seorang wanita dan seorang istri,sangatlah sulit untuk berbagi dengan wanita lain. Apalagi yang dibagi bukanlah sekedar materi, tapi kasih sayang, perhatian dan kebahagiaan. Saya salut apabila ada seorang istri (yang dalam keadaan normal, tidak cacat,sehat jasmani dan rohani,serta bisa mempunyai keturunan) rela dan ikhlas untuk dipoligami. Kadang saya bertanya tanya,apakah dalam hati nya terucap kata rela dan ikhlas itu? Atau hanyalah ucapan dibibir untuk membahagiakan suami dan keluarga sedangkan hati dan batinnya meronta,menangis,sakit dan pedih. Tiap detik dalam hari-harinya harus menyaksikan suami yang sedang bersama wanita lain.Hanya bisa berdoa untuk dikuatkan imannya.
Anggaplah dalam poligami sang suami bisa membagi harta ( materi) dengan adil kepada istri-istrinya. Tetapi apakah yakin dalam diri sang suami bisa membagi cinta,kasih sayang dan perhatian secara adil? Manusia masih mempunyai nafsu,kadang nafsu inilah yang lebih berperan dalam poligami.Jarang saya temui, istri kedua lebih JELEK dari istri pertama. Ini aja udah jadi bukti kok kalau NAFSU yang jalan. Kalaupun istri kedua lebih jelek dari istri pertama,biasanya istri kedua lebih KAYA dari istri pertama. Berarti sang suami mencari sesuatu yang lain dalam pernikahannya. Yaitu kepuasan akan MATERI. Wanita sangatlah sensitif kalau udah menyangkut perasaan. Menurut saya berpoligami sudah melukai dan mempermainkan perasaan wanita.
Walaupun saya tidak mendukung poligami namun saya bisa toleran untuk kasus poligami tertentu. Misal, dalam suatu pernikahan sang istri tidak dapat menjalankan perannya sebagai istri karena tidak mempunyai keturunan,meninggal dunia,mengalami gangguan mental dan tidak bisa melayani suami karena mengidap suatu penyakit dll. Karena bagi siapapun yang menikah pasti ingin punya anak, nah kalau udah kasusnya kayak diatas ini, maka menurut saya poligami boleh-boleh aja. Tapi dengan syarat juga, istri sebelumnya tidak boleh dicampakkan.
Karena wanita ingin dimengerti…………. ( Ada Band )
@nirzanova: genit donk??? Malah lebih asyik nih……ngomong2 tetangga yang mana ya punya rumput subur?? xixixixi…..
ya, memang gak mudah ya, sedangkan masih teorinya aja banyak yg gak terima apalagi udah menjalaninya, pastinya sedih. tp saya yakin masih banyak wanita2 yg lbh mengharapkan cintanya Allah SWT, dan janji Allah itu pasti. jgn mengambil kesimpulan bhw smua wanita tdk bisa menerima hal itu, eksposlah wanita2 yg bahagia dgn poligami, sehingga tdk slalu ada kesedihan tp adanya kegembiraan. hukum Allah itu sngt adil, percayalah manusia tdk ada yg sempurna
May 20, 2008 at 3:09 am
“Walaupun saya tidak mendukung poligami namun saya bisa toleran untuk kasus poligami tertentu. Misal, dalam suatu pernikahan sang istri tidak dapat menjalankan perannya sebagai istri karena tidak mempunyai keturunan,meninggal dunia,mengalami gangguan mental dan tidak bisa melayani suami karena mengidap suatu penyakit dll.”
Jadi kalau istri satu dianggap kurang memuaskan boleh donk melirik rumput tetangga yang lebih subur dan segar jarang terjamah n’montok lagi, hehehe………(hobi naik, naik….)