Nirzanova’s Weblog

Inikah Gepeng ( Bali ) ?

Posted by: nirzanova on: September 15, 2008

Ini pengalaman pribadiku sewaktu saya mencoba untuk melintas di tengah kemacetan di jalan Imam Bonjol Denpasar. Kejadiaanya sekitar satu minggu yang lalu.Hari itu sekitar pukul 5 sore, jam pulang kerja memang dan saya baru pulang dari rumah saudara di Kesiman, macetnya pun minta ampun. Saya yang menaiki motor pun merasa kesulitan untuk melintas. Hampir tidak ada celah yang memungkinkan untuk dilewati. Dan akhirnya dengan begitu lama dan melewati barisan kendaraan yang panjang, saya pun bisa melaju dan berhenti di lampu merah Imbo.

Nampak di depan saya seorang wanita sekitar berumur 30 tahunan dan menggendong anak kecil yang masih bayi, pakaiannya seakan ingin meyakinkan kita kalau dia miskin dan perlu dikasihani. Saya tahu dia peminta minta dan bukan sekali ini saja melihat pemandangan seperti ini( hampir disetiap lampu merah di kota Denpasar di penuhi dengan gepeng ).Karena lampu hijau sudah menyala, maka saya memencet klakson motor saya agar ibu itu pindah dari depan saya ( dia berdiri di depan saya menunggui seseorang yang akan memberi uang dari dalam mobil ). Bukannya segera minggir, eh ternyata pengemis itu melototi saya dan dengan mulut sedikit bergumam ( entah apa saya tidak tahu ) lewat di depan saya dengan sinis. Berani benar melototi orang, dia kira dia itu siapa? Udah salah, melototi orang lagi pikir saya. Saya diam saja tetapi saya balik melototi dia dengan pandangan marah ( karena memang saya marah ).

Dalam perjalanan pulang itu saya berpikir, kok begini pengemis jaman sekarang? Mengemis dijadikan suatu pekerjaan,barang siapa yang mengganggu pekerjaannya maka dia akan marah dan berani melawan si pengganggu. Saya juga heran dengan orang2 yang memberi uang, seharusnya jangan memakai rasa kasihan dalam hal ini. Karena belum tentu juga pengemis itu orang yang tidak bisa bekerja, miskin. Justru kebanyakan dari mereka masih dalam usia produktif untuk bekerja. Dengan bermodal baju kucel, suara yang memelas dan menggendong anak kecil, mungkin mereka beranggapan akan menyentuh hati kita.

Sayangnya saya kurang tahu apa pengemis itu orang Bali atau bukan. Saya selalu ingat pesen spanduk di jalan “Jangan memberi uang kepada gepeng ” begitulah kira kira. Saya tidak pernah memberi uang kepada gepeng, bukan karena saya tidak kasihan atau pelit tetapi daripada mengajarkan budaya meminta minta dan budaya malas mending saya bantu orang yang sudah pasti kurang mampu. Dikampung saya masih ada yang kurang mampu ( biasanya saya kasi baju bekas seragam sekolah saya kepada anak-anaknya ) :D Bantuannya ya baru bisa segitu aja, mudah mudahan bisa membantu lebih banyak lagi kalau ada rejeki :D

Tags:

Leave a Reply

Kalender Umum

September 2008
M T W T F S S
« Aug   Oct »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Lembar per Lembar

Dipilih..dipilih…

RSS Pojok Berita : Liputan6

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.